14 Mei 2009

Kiat Muhasabah Diri

Alhamdulilah wa sholawat ….

Mari kita saling menasehati “jangan berhenti tuk perbaiki diri”kita tidak akan mungkin hidup tanpa perbaikan diri….setiap orang selalu memiliki momentum istimewa dalam menjalani hidup
Dlm ukuran duniawi, momentum yg istimewa itu bisa jd beragam…. tetapi dlm hal yg terkait dg timbangan keimanan, barangkali momentumnya hmpir sama momentumnya itu adalah saat-saat hijrahnya seseorang dari kondisi jahil ke kondisi islam maka, momentum yg paling berharga yaitu tatkala seorg muslim mampu melakukan langkah perubahan dan perbaikan yg sangat mempengaruhi diri dan lingkungan sekitarnya, perbaikan diri harus dilakukan secara utuh

1.Perbaikan diri dari sisi persepsi

setiap kita mungkin mengalami berbagai peristiwa dalam hidup, ada yg mirip, ada yg berbeda… ringan sampai berat…

semua peristiwa itu mjd berarti bila ia turut memberi kontribusi bg perubahan persepsi kita ke arah yg lbh baik
mendewasakan cara pandang kita thd sesuatu ttg hidup, ttg arti kebaikan dan ttg apa yg semestinya dilakukan seorg muslim

2.Perbaikan prilaku
karakter seseorang… bisa dari bawaan dan jugg faktor luar dimana seseorang tersebut berinteraksi, walaupun sebagai watak adalah bawaan, tetapi tetap saja ia bisa diarahkan
contohnya Umar bin Khattab dan Abu Bakar yg lemah lembut

Perbaikan diri secara utuh akan bisa dilakukan jika kita sendiri memiliki motovasi yg kuat
“Man arafa nafsahu, arafa Rabbahu” Orang yg mengenal dirinya, akan mengenal Tuhannya
demikian kata Imam Ali r.a

Diantara bentuk pengenalan diri adalah, setiap org hrs tahu bhw hidup ini terbatas kesempatan hidup mgk tdk lama kesadaran ini akan muncul dg proses muhasabah. Dalam buku kecerdasan Spiritula KH Toto Tasmara, diawal sederet pertanyaan yg diajukan bg yg ingin bermuhasabah….
“Seandainya detik ini anda dijemput maut, bgm penilaian anada terhadap akhir keputusan Sang Khaliq, saat anda menghadapi yaumil hisab. Anggaplah anda sdg mengadili diri sendiri… pertimbangkan dan putuskan… Bila anda meninggal besok pagi… atau nanti malam, apa masalah yg plg urgent anda lakukan saat ini?

menjawab pertanyaan spt ini akan sangat berpengaruh bg proses perubahan diri dan perbaikan diri seseorang.

Bbrp langkah melakukan muhasabah diri :

1.Susun daftar pertanyaan yg harus dijawab scr jujur dan sesuai nurani… misalnya apakah amal sholeh sy masih krg? apakah saya masih lalai sholat? apakah harta saya masih blm dibersihkan dg zakat?apakah saya masih menyimpan perasaan benci dan dengki sama org lain? dst dst…. buat pertanyaan yg tepat diajukan pd diri sendiri sesuai dg keadaan masing-masing

2.Tariklah kesimpulan dari hasil jawaban2 tersebut, tuliskanlah keinginan dan rencana kita di masa mendatang terkait dg jwbn2 tsb…renungkan jika kita hanya punya waktu yg singkat 1 tahun, 1bulan, 1 minggu, 1 hari bahkan yg lbh pendek dr itu

3.Tuangkan dan keluarkan harapan kita di masa datang, terkait dg diri pribadi, keluarga, pekerjaan, lingkungan di kantor, lingkungan rumah, dsb shg kita punya acuan dan bisa melakukan evaluasi dlm menjalani fase2 hidup

4.Ingatlah bhw rencana yg kita nyatakan dlm hati, atau kita tulis tadi itu adalah masalah yg serius dan sunguh-sungguh, shg apapun hasilnya, itulah makna hidup yg plg hakiki bagi kita. Kita harus punya keyakinan bhw jika saya tdk berubah maka saya akan celaka.

5.Rangkai dan Rumuskanlah pernyataan td dalam sebuah moto yang akan mjd acuan kita bersikap spt dikalangan pr pejuang… Hidup mulia atau mati syahid

6.Kenalilah juga realitas lingkungan dimana kita berada krn hal ini bisa mempengaruhi usaha perbaikan diri yg kita lakukan…

Demikian langkah-langkah dlm muhasabah untuk perbaikan diri… semoga bermanfaat ada satu ungkapan Ibnul Qoyyim “Demi Allah, harimu sekarang adalah hari dimana harus terkumpul kekal untuk akhiratmu, baik ke surga atau ke neraka. Jika engkau menuju Allah, niscaya engkau akan mendapat kebahagiaan dan keberuntungan besar dlm waktu yang singkat dan tdk abadi ini…..

Tapi jika engkau dahulukan syahwat, kesenangan dan main-main, niscaya engkau akan mendapat kepahitan yg besar dan abadi, dimana rasa sakit dan kepayahan krn bersabar untuk tdk melanggar apa yg diharamkan Allah “

Lihatlah dari dunia apa yg baik untuk jiwamu, lalu ambillah meskipun org disekitarmu menganggapnya jelek. Dan lihatlah dari dunia ini apa yg buruk bagi jiwamu, lalu tinggalkanlah kendatipun orang-orang disekitarmu menganggapnya baik (Slamah bin Dinar)

Allahu’alam bisshowab… semoga kajian ini bisa bermanfaat untuk saya dan jg akhwatifillah semua



Semoga Kita selalu menjadi pribadi yang "sadar" dan tercerahkan........

Tidak ada komentar: