6 bulan – MAKANAN PERTAMA
Yang diberikan:
· ASI/ASI perahan PLUS
· SEREALIA: beras putih, beras merah, havermuth
· SAYURAN: labu parang, ubi jalar, kentang, kacang hijau, labu, zucchini
· BUAH: pisang, alpukat, apel, pir
Yang Belum Boleh Diberikan:
· DAGING & MAKANAN YG MENGANDUNG PROTEIN
· IKAN & KERANG-KERANGAN
· SUSU SAPI & PRODUK SUSU OLAHAN
Tipe:
1.Satu jenis makanan saja
2.Semi cair (dihaluskan atau dibuat puree)
3.Dimasak (kecuali buah tertentu, spt alpukat, semangka dan pisang)
Frekuensi:
Makan besar: 1-2 kali per hari
Cemilan: 1 kali per hari
ASI:kapan saja bila diminta atau formula umumnya setiap 3-4 jam
Porsi:
Makanan: 1-2 ujung sendok teh pada awalnya, bertahap tingkatkan sesuai bertambahnya usia dan minat bayi.
7-8 bulan – MAKANAN SEMI PADAT
Yang diberikan:
· ASI/ASI perahan PLUS
· SEREALIA: lanjutkan pemberian beras merah, beras putih dan havermut. Perkenalkan maizena.
· SAYURAN: asparagus, wortel, bayam, brokoli, sawi, kembang kol, bit, lobak, kol
· BUAH: mangga, pir, peach, blewah, timun suri.
· Biskuit bayi.
· DAGING & MAKANAN YG MENGANDUNG PROTEIN: ayam, sapi, hati ayam, tahu, tempe
Yang Belum Boleh Diberikan:
· IKAN & KERANG
· SUSU SAPI & PRODUK SUSU OLAHAN
Tipe:
1-2 macam makanan
Semi padat (haluskan dgn saringan kawat, puree)
Soft finger food (8 bln+)
Dimasak (kecuali buah tertentu, spt alpukat, semangka dan pisang)Frekuensi:
Makan besar: 2 kali per hari
Cemilan: 1 kali per hari
ASI:kapan saja bila diminta atau formula umumnya setiap 3-4 jam
Porsi:
* 3 sampai 9 sendok makan cereal, untuk 2 sampai 3 kali pemberian makan
* 1 sendok teh buah, bertahap tingkatkan menjadi ¼ sampai ½ cangkir untuk 2 sampai 3 kali pemberian makan
* 1 sendok teh sayuran, perlahan ditingkatkan menjadi ¼ sampai ½ cangkir untuk 2 sampai 3 kali pemberian makan.
* 1 sendok teh makanan sumber protein, perlahan tingkatkan menjadi 2 sm untuk 2 kali pemberian makan
03 Juni 2009
22 Mei 2009
Aneka Bubur Bayi
1. Bubur nasi polos
Nasi yang sudah matang 3 sdm, tambah air secukupnya, rebus hingga menjadi bubur nasi yang halus dan agak kental ( kira-kira 15 menit ). Atau kalau mau cepat rebus hingga mendidih (kira-kira 5 menit ) lalu diblender/disaring. Untuk bubur nasi ini bisa dibuat dalam jumlah besar, kemudian disimpan di tempat plastik kecil dan simpan difreezer. Kalau mau makan dipanaskan dengan microwave atau direndam air panas.
2. Bubur roti polos
Roti tawar 1/2 lembar tanpa ada kulit coklatnya. Cabik kecil-kecil rebus dengan air secukupnya sampai 1/2 lunak. Bila sudah 1/2 lunak, campur susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak.
3. Bubur makaroni polos
Rebus makaroni sampai 1/2 lunak dengan air panas. Setelah 1/2 lunak, masukkan susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak.
4. Bubur kentang polos
Rebus 1/3 kentang ukuran sedang sampai 1/2 lunak dengan air panas. Setelah 1/2 lunak, masukkan susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak.
5. Bubur cornflake
Rebus 2 - 3 sdm cornflake sampai 1/2 lunak dengan air panas. Setelah 1/2 lunak, masukkan susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak.
6. Bubur havermuth
Rebus 2 - 3 sdm havermuth sampai 1/2 lunak dengan air panas. Setelah 1/2 lunak, masukkan susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak.
7. Bubur jagung
Serut biji jagung muda rebus sampai lunak dgn air panas, kemudian campur dengan susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak ( atau untuk lebih cepat, boleh diblender setelah matang ). Terakhir, saring untuk menghilangkan kulitnya.
8. Bubur beras merah
Bubur instant beras merah campur dengan susu formula 30 cc aduk sampai rata dan halus.
9. Bubur kacang hijau
Bubur instant kacang hijau campur dengan susu formula 30 cc aduk sampai rata dan halus.
Nasi yang sudah matang 3 sdm, tambah air secukupnya, rebus hingga menjadi bubur nasi yang halus dan agak kental ( kira-kira 15 menit ). Atau kalau mau cepat rebus hingga mendidih (kira-kira 5 menit ) lalu diblender/disaring. Untuk bubur nasi ini bisa dibuat dalam jumlah besar, kemudian disimpan di tempat plastik kecil dan simpan difreezer. Kalau mau makan dipanaskan dengan microwave atau direndam air panas.
2. Bubur roti polos
Roti tawar 1/2 lembar tanpa ada kulit coklatnya. Cabik kecil-kecil rebus dengan air secukupnya sampai 1/2 lunak. Bila sudah 1/2 lunak, campur susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak.
3. Bubur makaroni polos
Rebus makaroni sampai 1/2 lunak dengan air panas. Setelah 1/2 lunak, masukkan susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak.
4. Bubur kentang polos
Rebus 1/3 kentang ukuran sedang sampai 1/2 lunak dengan air panas. Setelah 1/2 lunak, masukkan susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak.
5. Bubur cornflake
Rebus 2 - 3 sdm cornflake sampai 1/2 lunak dengan air panas. Setelah 1/2 lunak, masukkan susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak.
6. Bubur havermuth
Rebus 2 - 3 sdm havermuth sampai 1/2 lunak dengan air panas. Setelah 1/2 lunak, masukkan susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak.
7. Bubur jagung
Serut biji jagung muda rebus sampai lunak dgn air panas, kemudian campur dengan susu formula 30 cc, rebus sampai mendidih dan lunak ( atau untuk lebih cepat, boleh diblender setelah matang ). Terakhir, saring untuk menghilangkan kulitnya.
8. Bubur beras merah
Bubur instant beras merah campur dengan susu formula 30 cc aduk sampai rata dan halus.
9. Bubur kacang hijau
Bubur instant kacang hijau campur dengan susu formula 30 cc aduk sampai rata dan halus.
Resiko Pemberian MPASI terlalu Dini
(Dirangkum & ditulis bebas oleh Luluk Lely Soraya I, 26 March 2005)
Banyak sekali pertanyaan dan kritik yang timbul mengenai pemberian MPASI di usia < 6 bl. Bahkan banyak dari kita tidak pernah tahu mengapa WHO &IDAI mengeluarkan statement bahwa ASI eksklusif (ASI saja tanpa tambahan apapun bahkan air putih sekalipun) diberikan pada 6 bl pertama kehidupan seorg anak. Kemudian setelah umur 6 bulan anak baru mulai mendapatkan MPASI berupa bubur susu, nasi tim, buah, dsb.
Alasan menunda pemberian MPASI
Mengapa harus menunda memberikan MPASI pada anak sampai ia berumur 6 bl ?! Kalo jaman dulu (baca : sebelum diberlakukan ASI eksklusif 6 bl) umur 4 bl aja dikasih makan bahkan ada yg umur 1 bl. Dan banyak yang berpendapat gak ada masalah apa-apa tuh dg anaknya.
Satu hal yg perlu diketahui bersama bahwa jaman terus berubah. Demikian juga dengan ilmu & teknologi. Ilmu medis juga terus berkembang dan berubah berdasarkan riset2 yg terus dilakukan oleh para peneliti. Sekitar lebih dari 5th yg lalu, MPASI disarankan diperkenalkan pada anak saat ia berusia 4 bl. Tetapi kemudian beberapa penelitian tahun2 terakhir menghasilkan banyak hal sehingga MPASI sebaiknya diberikan >6bl.
Mengapa umur 6 bl adalah saat terbaik anak mulai diberikan MPASI ?!
1. Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan besar dari berbagai penyakit.Hal ini disebabkan sistem imun bayi < 6 bl belum sempurna. Pemberian MPASI dini sama saja dg membuka pintu gerbang masuknay berbagai jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yg mendapatkan MPASI sebelum ia berumur 6 bl, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi yg hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya.
2. Saat bayi berumur 6 bl keatas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MPASI. Beberapa enzim pemecah protein spt asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bl.
3. Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan Saat bayi berumur < 6 bl, sel2 di sekitar usus belum siap utk kandungan dari makanan. Sehingga makanan yg masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadi alergi.
4. Menunda pemberian MPASI hingga 6 bl melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari. Proses pemecahan sari2 makanan yg belum sempurna.
Pada beberapa kasus yg ekstrem ada juga yg perlu tindakan bedah akibat pemberian MPASi terlalu dini. Dan banyak sekali alasan lainnya mengapa MPASI baru boleh diperkenalkan pada anak setelah ia berumur 6 bl.
Masih banyak yg mengenalkan MPASI < 6 bl
Kalo begitu kenapa masih banyak orangtua yg telah memberikan MPASI ke anaknya sebelum berumur 6 bl ? Banyak sekali alasan kenapa ortu memberikan MPASI < 6 bl. Umumnya banyak ibu yg beranggapan kalo anaknya kelaparan dan akan tidur nyenyak jika diberi makan. Meski gak ada relevansinya banyak yg beranggapan ini benar. Kenapa ? Karena belum sempurna, sistem pencernaannya harus bekerja lebih keras utk mengolah & memecah makanan. Kadang anak yg menangis terus dianggap sbg anak gak kenyang. Padahal menangis bukan semata2 tanda ia lapar.
Belum lagi masih banyak anggapan di masyarakat kita spt ortu terdahulu bahwa anak saya gak papa tuh dikasih makan pisang pas kita umur 2 bl. Malah sekrg jadi orang.Alasan lainnya juga bisa jadi juga tekanan dari lingkungan dan gak ada dukungan spt alasan di atas. Dan gencarnya promosi produsen makanan bayi yg belum mengindahkan ASI eksklusif 6 bl.
Aturan MPASI setelah 6 bulan : Karena < 6 bl mengandung resiko
Sekali lagi tidak mungkin ada saran dari WHO & IDAI jika tidak dilakukan penelitian panjang. Lagipula tiap anak itu beda. Bisa jadi gak jadi masalah utk kita tapi belum tentu utk yg lain. Misalkan, ilustrasinya sama spt aturan cuci tangan sebelum makan. Ada anak yg dia tidak terbiasa cuci tangan sebelum makan. Padahal ia baru bermain2 dengan tanah dsb. Tapi ia tidak apa2. Sedangkan satu waktu atau di anak yg lain, begitu ia melakukan hal tsb ia langsung mengalami gangguan pencernaan karena kotoran yg masuk ke makanan melalui tangannya.
Demikian juga dengan pemberian MPASI pada anak terlalu dini. Banyak yang merasa "anak saya gak masalah tuh saya kasih makan dari umur 3 bulan". Sehingga hal tsb menjadi "excuse" atau alasan utk tidak mengikuti aturan yg berlaku. Padahal aturan tsb dibuat karena ada resiko sendiri. Lagipula penelitan ttg hal ini terus berlanjut. Saat ini mungkin pengetahuan dan hasil riset yg ada masih terbatas dan "kurang" bagi beberapa kalangan. Tapi di kemudian hari kita tidak tahu. Ilmu terus berkembang.Dan satu hal yg penting. Aturan agar menunda memberikan MPASi pada anak <6 bulan bukan hanya berlaku utk bayi yg mendapatkan ASI eksklusif. Tetapi juga bagi bayi yg tidak mendapatkan ASI (susu formula atau mixed).
Semuanya akan kembali kepada ayah & ibu. Jika kita tahu ada resiko dibalik pemberian MPASI < 6 bl, maka mengapa tidak kita menundanya. Apalagi banyak sekali penelitian & kasus yang mendukung hal tsb.Apapun keputusan ibu & ayah, apakah mau memberikan MPASi < 6 bl ataupun >6bl, alangkah baiknya dipertimbangkan dg baik untung ruginya bagi anak,bukan bagi orang tuanya. Sehingga keputusan yg diambil adalah yg terbaik utk sang anak.
Banyak sekali pertanyaan dan kritik yang timbul mengenai pemberian MPASI di usia < 6 bl. Bahkan banyak dari kita tidak pernah tahu mengapa WHO &IDAI mengeluarkan statement bahwa ASI eksklusif (ASI saja tanpa tambahan apapun bahkan air putih sekalipun) diberikan pada 6 bl pertama kehidupan seorg anak. Kemudian setelah umur 6 bulan anak baru mulai mendapatkan MPASI berupa bubur susu, nasi tim, buah, dsb.
Alasan menunda pemberian MPASI
Mengapa harus menunda memberikan MPASI pada anak sampai ia berumur 6 bl ?! Kalo jaman dulu (baca : sebelum diberlakukan ASI eksklusif 6 bl) umur 4 bl aja dikasih makan bahkan ada yg umur 1 bl. Dan banyak yang berpendapat gak ada masalah apa-apa tuh dg anaknya.
Satu hal yg perlu diketahui bersama bahwa jaman terus berubah. Demikian juga dengan ilmu & teknologi. Ilmu medis juga terus berkembang dan berubah berdasarkan riset2 yg terus dilakukan oleh para peneliti. Sekitar lebih dari 5th yg lalu, MPASI disarankan diperkenalkan pada anak saat ia berusia 4 bl. Tetapi kemudian beberapa penelitian tahun2 terakhir menghasilkan banyak hal sehingga MPASI sebaiknya diberikan >6bl.
Mengapa umur 6 bl adalah saat terbaik anak mulai diberikan MPASI ?!
1. Pemberian makan setelah bayi berumur 6 bulan memberikan perlindungan besar dari berbagai penyakit.Hal ini disebabkan sistem imun bayi < 6 bl belum sempurna. Pemberian MPASI dini sama saja dg membuka pintu gerbang masuknay berbagai jenis kuman. Belum lagi jika tidak disajikan higienis. Hasil riset terakhir dari peneliti di Indonesia menunjukkan bahwa bayi yg mendapatkan MPASI sebelum ia berumur 6 bl, lebih banyak terserang diare, sembelit, batuk-pilek, dan panas dibandingkan bayi yg hanya mendapatkan ASI eksklusif. Belum lagi penelitian dari badan kesehatan dunia lainnya.
2. Saat bayi berumur 6 bl keatas, sistem pencernaannya sudah relatif sempurna dan siap menerima MPASI. Beberapa enzim pemecah protein spt asam lambung, pepsin, lipase, enzim amilase, dsb baru akan diproduksi sempurna pada saat ia berumur 6 bl.
3. Mengurangi resiko terkena alergi akibat pada makanan Saat bayi berumur < 6 bl, sel2 di sekitar usus belum siap utk kandungan dari makanan. Sehingga makanan yg masuk dapat menyebabkan reaksi imun dan terjadi alergi.
4. Menunda pemberian MPASI hingga 6 bl melindungi bayi dari obesitas di kemudian hari. Proses pemecahan sari2 makanan yg belum sempurna.
Pada beberapa kasus yg ekstrem ada juga yg perlu tindakan bedah akibat pemberian MPASi terlalu dini. Dan banyak sekali alasan lainnya mengapa MPASI baru boleh diperkenalkan pada anak setelah ia berumur 6 bl.
Masih banyak yg mengenalkan MPASI < 6 bl
Kalo begitu kenapa masih banyak orangtua yg telah memberikan MPASI ke anaknya sebelum berumur 6 bl ? Banyak sekali alasan kenapa ortu memberikan MPASI < 6 bl. Umumnya banyak ibu yg beranggapan kalo anaknya kelaparan dan akan tidur nyenyak jika diberi makan. Meski gak ada relevansinya banyak yg beranggapan ini benar. Kenapa ? Karena belum sempurna, sistem pencernaannya harus bekerja lebih keras utk mengolah & memecah makanan. Kadang anak yg menangis terus dianggap sbg anak gak kenyang. Padahal menangis bukan semata2 tanda ia lapar.
Belum lagi masih banyak anggapan di masyarakat kita spt ortu terdahulu bahwa anak saya gak papa tuh dikasih makan pisang pas kita umur 2 bl. Malah sekrg jadi orang.Alasan lainnya juga bisa jadi juga tekanan dari lingkungan dan gak ada dukungan spt alasan di atas. Dan gencarnya promosi produsen makanan bayi yg belum mengindahkan ASI eksklusif 6 bl.
Aturan MPASI setelah 6 bulan : Karena < 6 bl mengandung resiko
Sekali lagi tidak mungkin ada saran dari WHO & IDAI jika tidak dilakukan penelitian panjang. Lagipula tiap anak itu beda. Bisa jadi gak jadi masalah utk kita tapi belum tentu utk yg lain. Misalkan, ilustrasinya sama spt aturan cuci tangan sebelum makan. Ada anak yg dia tidak terbiasa cuci tangan sebelum makan. Padahal ia baru bermain2 dengan tanah dsb. Tapi ia tidak apa2. Sedangkan satu waktu atau di anak yg lain, begitu ia melakukan hal tsb ia langsung mengalami gangguan pencernaan karena kotoran yg masuk ke makanan melalui tangannya.
Demikian juga dengan pemberian MPASI pada anak terlalu dini. Banyak yang merasa "anak saya gak masalah tuh saya kasih makan dari umur 3 bulan". Sehingga hal tsb menjadi "excuse" atau alasan utk tidak mengikuti aturan yg berlaku. Padahal aturan tsb dibuat karena ada resiko sendiri. Lagipula penelitan ttg hal ini terus berlanjut. Saat ini mungkin pengetahuan dan hasil riset yg ada masih terbatas dan "kurang" bagi beberapa kalangan. Tapi di kemudian hari kita tidak tahu. Ilmu terus berkembang.Dan satu hal yg penting. Aturan agar menunda memberikan MPASi pada anak <6 bulan bukan hanya berlaku utk bayi yg mendapatkan ASI eksklusif. Tetapi juga bagi bayi yg tidak mendapatkan ASI (susu formula atau mixed).
Semuanya akan kembali kepada ayah & ibu. Jika kita tahu ada resiko dibalik pemberian MPASI < 6 bl, maka mengapa tidak kita menundanya. Apalagi banyak sekali penelitian & kasus yang mendukung hal tsb.Apapun keputusan ibu & ayah, apakah mau memberikan MPASi < 6 bl ataupun >6bl, alangkah baiknya dipertimbangkan dg baik untung ruginya bagi anak,bukan bagi orang tuanya. Sehingga keputusan yg diambil adalah yg terbaik utk sang anak.
14 Mei 2009
Kiat Muhasabah Diri
Alhamdulilah wa sholawat ….
Mari kita saling menasehati “jangan berhenti tuk perbaiki diri”kita tidak akan mungkin hidup tanpa perbaikan diri….setiap orang selalu memiliki momentum istimewa dalam menjalani hidup
Dlm ukuran duniawi, momentum yg istimewa itu bisa jd beragam…. tetapi dlm hal yg terkait dg timbangan keimanan, barangkali momentumnya hmpir sama momentumnya itu adalah saat-saat hijrahnya seseorang dari kondisi jahil ke kondisi islam maka, momentum yg paling berharga yaitu tatkala seorg muslim mampu melakukan langkah perubahan dan perbaikan yg sangat mempengaruhi diri dan lingkungan sekitarnya, perbaikan diri harus dilakukan secara utuh
1.Perbaikan diri dari sisi persepsi
setiap kita mungkin mengalami berbagai peristiwa dalam hidup, ada yg mirip, ada yg berbeda… ringan sampai berat…
semua peristiwa itu mjd berarti bila ia turut memberi kontribusi bg perubahan persepsi kita ke arah yg lbh baik
mendewasakan cara pandang kita thd sesuatu ttg hidup, ttg arti kebaikan dan ttg apa yg semestinya dilakukan seorg muslim
2.Perbaikan prilaku
karakter seseorang… bisa dari bawaan dan jugg faktor luar dimana seseorang tersebut berinteraksi, walaupun sebagai watak adalah bawaan, tetapi tetap saja ia bisa diarahkan
contohnya Umar bin Khattab dan Abu Bakar yg lemah lembut
Perbaikan diri secara utuh akan bisa dilakukan jika kita sendiri memiliki motovasi yg kuat
“Man arafa nafsahu, arafa Rabbahu” Orang yg mengenal dirinya, akan mengenal Tuhannya
demikian kata Imam Ali r.a
Diantara bentuk pengenalan diri adalah, setiap org hrs tahu bhw hidup ini terbatas kesempatan hidup mgk tdk lama kesadaran ini akan muncul dg proses muhasabah. Dalam buku kecerdasan Spiritula KH Toto Tasmara, diawal sederet pertanyaan yg diajukan bg yg ingin bermuhasabah….
“Seandainya detik ini anda dijemput maut, bgm penilaian anada terhadap akhir keputusan Sang Khaliq, saat anda menghadapi yaumil hisab. Anggaplah anda sdg mengadili diri sendiri… pertimbangkan dan putuskan… Bila anda meninggal besok pagi… atau nanti malam, apa masalah yg plg urgent anda lakukan saat ini?
menjawab pertanyaan spt ini akan sangat berpengaruh bg proses perubahan diri dan perbaikan diri seseorang.
Bbrp langkah melakukan muhasabah diri :
1.Susun daftar pertanyaan yg harus dijawab scr jujur dan sesuai nurani… misalnya apakah amal sholeh sy masih krg? apakah saya masih lalai sholat? apakah harta saya masih blm dibersihkan dg zakat?apakah saya masih menyimpan perasaan benci dan dengki sama org lain? dst dst…. buat pertanyaan yg tepat diajukan pd diri sendiri sesuai dg keadaan masing-masing
2.Tariklah kesimpulan dari hasil jawaban2 tersebut, tuliskanlah keinginan dan rencana kita di masa mendatang terkait dg jwbn2 tsb…renungkan jika kita hanya punya waktu yg singkat 1 tahun, 1bulan, 1 minggu, 1 hari bahkan yg lbh pendek dr itu
3.Tuangkan dan keluarkan harapan kita di masa datang, terkait dg diri pribadi, keluarga, pekerjaan, lingkungan di kantor, lingkungan rumah, dsb shg kita punya acuan dan bisa melakukan evaluasi dlm menjalani fase2 hidup
4.Ingatlah bhw rencana yg kita nyatakan dlm hati, atau kita tulis tadi itu adalah masalah yg serius dan sunguh-sungguh, shg apapun hasilnya, itulah makna hidup yg plg hakiki bagi kita. Kita harus punya keyakinan bhw jika saya tdk berubah maka saya akan celaka.
5.Rangkai dan Rumuskanlah pernyataan td dalam sebuah moto yang akan mjd acuan kita bersikap spt dikalangan pr pejuang… Hidup mulia atau mati syahid
6.Kenalilah juga realitas lingkungan dimana kita berada krn hal ini bisa mempengaruhi usaha perbaikan diri yg kita lakukan…
Demikian langkah-langkah dlm muhasabah untuk perbaikan diri… semoga bermanfaat ada satu ungkapan Ibnul Qoyyim “Demi Allah, harimu sekarang adalah hari dimana harus terkumpul kekal untuk akhiratmu, baik ke surga atau ke neraka. Jika engkau menuju Allah, niscaya engkau akan mendapat kebahagiaan dan keberuntungan besar dlm waktu yang singkat dan tdk abadi ini…..
Tapi jika engkau dahulukan syahwat, kesenangan dan main-main, niscaya engkau akan mendapat kepahitan yg besar dan abadi, dimana rasa sakit dan kepayahan krn bersabar untuk tdk melanggar apa yg diharamkan Allah “
Lihatlah dari dunia apa yg baik untuk jiwamu, lalu ambillah meskipun org disekitarmu menganggapnya jelek. Dan lihatlah dari dunia ini apa yg buruk bagi jiwamu, lalu tinggalkanlah kendatipun orang-orang disekitarmu menganggapnya baik (Slamah bin Dinar)
Allahu’alam bisshowab… semoga kajian ini bisa bermanfaat untuk saya dan jg akhwatifillah semua
Semoga Kita selalu menjadi pribadi yang "sadar" dan tercerahkan........
Mari kita saling menasehati “jangan berhenti tuk perbaiki diri”kita tidak akan mungkin hidup tanpa perbaikan diri….setiap orang selalu memiliki momentum istimewa dalam menjalani hidup
Dlm ukuran duniawi, momentum yg istimewa itu bisa jd beragam…. tetapi dlm hal yg terkait dg timbangan keimanan, barangkali momentumnya hmpir sama momentumnya itu adalah saat-saat hijrahnya seseorang dari kondisi jahil ke kondisi islam maka, momentum yg paling berharga yaitu tatkala seorg muslim mampu melakukan langkah perubahan dan perbaikan yg sangat mempengaruhi diri dan lingkungan sekitarnya, perbaikan diri harus dilakukan secara utuh
1.Perbaikan diri dari sisi persepsi
setiap kita mungkin mengalami berbagai peristiwa dalam hidup, ada yg mirip, ada yg berbeda… ringan sampai berat…
semua peristiwa itu mjd berarti bila ia turut memberi kontribusi bg perubahan persepsi kita ke arah yg lbh baik
mendewasakan cara pandang kita thd sesuatu ttg hidup, ttg arti kebaikan dan ttg apa yg semestinya dilakukan seorg muslim
2.Perbaikan prilaku
karakter seseorang… bisa dari bawaan dan jugg faktor luar dimana seseorang tersebut berinteraksi, walaupun sebagai watak adalah bawaan, tetapi tetap saja ia bisa diarahkan
contohnya Umar bin Khattab dan Abu Bakar yg lemah lembut
Perbaikan diri secara utuh akan bisa dilakukan jika kita sendiri memiliki motovasi yg kuat
“Man arafa nafsahu, arafa Rabbahu” Orang yg mengenal dirinya, akan mengenal Tuhannya
demikian kata Imam Ali r.a
Diantara bentuk pengenalan diri adalah, setiap org hrs tahu bhw hidup ini terbatas kesempatan hidup mgk tdk lama kesadaran ini akan muncul dg proses muhasabah. Dalam buku kecerdasan Spiritula KH Toto Tasmara, diawal sederet pertanyaan yg diajukan bg yg ingin bermuhasabah….
“Seandainya detik ini anda dijemput maut, bgm penilaian anada terhadap akhir keputusan Sang Khaliq, saat anda menghadapi yaumil hisab. Anggaplah anda sdg mengadili diri sendiri… pertimbangkan dan putuskan… Bila anda meninggal besok pagi… atau nanti malam, apa masalah yg plg urgent anda lakukan saat ini?
menjawab pertanyaan spt ini akan sangat berpengaruh bg proses perubahan diri dan perbaikan diri seseorang.
Bbrp langkah melakukan muhasabah diri :
1.Susun daftar pertanyaan yg harus dijawab scr jujur dan sesuai nurani… misalnya apakah amal sholeh sy masih krg? apakah saya masih lalai sholat? apakah harta saya masih blm dibersihkan dg zakat?apakah saya masih menyimpan perasaan benci dan dengki sama org lain? dst dst…. buat pertanyaan yg tepat diajukan pd diri sendiri sesuai dg keadaan masing-masing
2.Tariklah kesimpulan dari hasil jawaban2 tersebut, tuliskanlah keinginan dan rencana kita di masa mendatang terkait dg jwbn2 tsb…renungkan jika kita hanya punya waktu yg singkat 1 tahun, 1bulan, 1 minggu, 1 hari bahkan yg lbh pendek dr itu
3.Tuangkan dan keluarkan harapan kita di masa datang, terkait dg diri pribadi, keluarga, pekerjaan, lingkungan di kantor, lingkungan rumah, dsb shg kita punya acuan dan bisa melakukan evaluasi dlm menjalani fase2 hidup
4.Ingatlah bhw rencana yg kita nyatakan dlm hati, atau kita tulis tadi itu adalah masalah yg serius dan sunguh-sungguh, shg apapun hasilnya, itulah makna hidup yg plg hakiki bagi kita. Kita harus punya keyakinan bhw jika saya tdk berubah maka saya akan celaka.
5.Rangkai dan Rumuskanlah pernyataan td dalam sebuah moto yang akan mjd acuan kita bersikap spt dikalangan pr pejuang… Hidup mulia atau mati syahid
6.Kenalilah juga realitas lingkungan dimana kita berada krn hal ini bisa mempengaruhi usaha perbaikan diri yg kita lakukan…
Demikian langkah-langkah dlm muhasabah untuk perbaikan diri… semoga bermanfaat ada satu ungkapan Ibnul Qoyyim “Demi Allah, harimu sekarang adalah hari dimana harus terkumpul kekal untuk akhiratmu, baik ke surga atau ke neraka. Jika engkau menuju Allah, niscaya engkau akan mendapat kebahagiaan dan keberuntungan besar dlm waktu yang singkat dan tdk abadi ini…..
Tapi jika engkau dahulukan syahwat, kesenangan dan main-main, niscaya engkau akan mendapat kepahitan yg besar dan abadi, dimana rasa sakit dan kepayahan krn bersabar untuk tdk melanggar apa yg diharamkan Allah “
Lihatlah dari dunia apa yg baik untuk jiwamu, lalu ambillah meskipun org disekitarmu menganggapnya jelek. Dan lihatlah dari dunia ini apa yg buruk bagi jiwamu, lalu tinggalkanlah kendatipun orang-orang disekitarmu menganggapnya baik (Slamah bin Dinar)
Allahu’alam bisshowab… semoga kajian ini bisa bermanfaat untuk saya dan jg akhwatifillah semua
Semoga Kita selalu menjadi pribadi yang "sadar" dan tercerahkan........
13 Mei 2009
Nak..Bunda berangkat kerja ya..
tidak terasa Zayya udah 5 bulan sekarang, berat Zaya masih 6,7 kg, mungkin ga terlalu gemuk ya Zayya dibanding anak tetangga yang usianya beda 5 hari aja ma Zaya beratnya udah 8kg, bunda sempat kwatir dan konsul ke dsa insya allah berat Zayya masih sesuai KMS garis hijau so insya allah Zayya ga pa2 dan yang penting sehat ya nak....
pagi ini ada yang bikin mata bunda berkaca-kaca, udah beberapa hari ini jika bunda berangkat pagi ato pas berangkat lagi setelah pulang jam istirahat, Zayya nangis. Begitu bunda ga keliatan di balik pagar Zayya nangis. duuh nak sediiih sekali hati bunda. Zayya udah ngerti bundanya pergi.
pagi ini bunda sedih lagi, Zayya digendong ma pengasuhnya nganter bunda ma ayah sampe pagar, mata indah Zayya perhatiin bunda, tau ya nak ini bunda ma ayah mau berangkat kerja nih. di motor ayah bunda sediiih lo nak, mata bunda berkaca-kaca, hm...sabar yaa sayang bunda kerja yaa mudah-mudahan Zayya selalu sehat ya nak
salam sayang dan cinta selalu dari bunda
pagi ini ada yang bikin mata bunda berkaca-kaca, udah beberapa hari ini jika bunda berangkat pagi ato pas berangkat lagi setelah pulang jam istirahat, Zayya nangis. Begitu bunda ga keliatan di balik pagar Zayya nangis. duuh nak sediiih sekali hati bunda. Zayya udah ngerti bundanya pergi.
pagi ini bunda sedih lagi, Zayya digendong ma pengasuhnya nganter bunda ma ayah sampe pagar, mata indah Zayya perhatiin bunda, tau ya nak ini bunda ma ayah mau berangkat kerja nih. di motor ayah bunda sediiih lo nak, mata bunda berkaca-kaca, hm...sabar yaa sayang bunda kerja yaa mudah-mudahan Zayya selalu sehat ya nak
salam sayang dan cinta selalu dari bunda
06 April 2009
Surat Ini
Membaca ini membuat ku air mataku mengalir, ya allah tetapkan aku dalam iman dan islam.......
------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Sekedar ingin berbagi apa yang menjDi harapan dan cita-cita hidup Izza......yg menjDi harapan dalam perjalanan hari kedepan terutama perjalanan pernikahan jika Allah mengijinkan. Tanpa maksud menampilkan Diri, semata-mata ini (insya allah) yang menjDi harapan dan visi hidup dan hanya Allah yang memegang hati kita.
Dulu ada pertanyaan menggelitik sekali bagi saya yang Ditanyakan Disebuah majelis, kira2 begini:
Jika kita melukiskan umat islam itu ibarat lingkaran besar yang berpusar (kira2 kayak papan panahan) kemuDian tiap lingkaran itu menggambarkan konDisi umat sesuai kafaah(kualitas) keberagamaannya atau kafaah(kualitas) keberislaman Dia, lingkaran terluar itu adalah org islam yang tidak mengenal islam, perumpamaan ini lah konDisi umat yang ibarat buih Di air, banyak tapi ga punya massa, ga punya kekuatan, seterusnya dari lingkaran terluar menggambarkan kualitas yang dangkal sampai bentukan lingkaran terdalam yang berupa titik, nah titik ini lah mungkin gambaran org islam yang berislam dengan totalitas. Pertanyaan yang menyudutkan DIMANAKAH POSISI ANDA??
Dari sini banyak evaluasi ke Diri saya, dengan waktu yang telah terlewati sampai Dititik sekarang berada, sudah demikian jauh perjalanan umur, apa yang telah saya perbuat?? Untuk apa dan kemana waktu telah saya habiskan?? Bagaimana dengan amalan? ibadah??. Berapa banyak salah dan khilaf, kelalaian dan kemalasan yang melenakan kita. Apa yang menjDi prioritas waktu saya?? Apa yang menjDi target hidup saya? Apa saya punya target utk akhirat/ukhrawi saya?? Apa saya pernah punya prioritas waktu untuk akhirat saya/ untuk ibadah saya??
Sungguh banyak hal yang mesti kita benahi dalam hidup, kekurangan di masa lalu mgkin tak bisa kita perbaiki selain hanya bertaubat dan dari waktu ke waktu belajar memperbaiki Diri, menata Diri. Untuk masa depan adalah menjDi tanggung jawab kita utk mengukir nya menjDi apa. Dan untuk perjalanan waktu ke depan, sebagian besar waktu hidup kita akan kita habiskan dalam sebuah pernikahan, dan amalan juga dosa dan kesalahan akan terukir Disini. sungguh sangat penting untuk merencanakan sebuah pernikahan yang berlandaskan pada cita-cita ukhrawi ini. Harapan saya, generasi yang lahir dari pernikahan saya, generasi anak2 saya adalah generasi yang lebih baik dari saya. Jika orang tua membesarkan kita dengan ke-awaman religi mereka, sudah menjDi keharusan bagi kita, generasi anak-anak kita mendapatkan yang lebih dari kita dapatkan. Meniatkan pernikahan sebagai ibadah, menjDikan pernikahan sebagai lahan yang kita ukir dengan nilai-nilai religi. Anak-anak kita adalah kertas yang akan kita ukir dengan dengan warna tinta yang kita torehkan. Kita lah yang akan membangun mereka menjDi generasi yang berakhlaq dan ber-totalitas dalam keislamannya.
Jab, Izza sengaja mengirim buku ”Pilar PenDiDikan Anak”( dan buku2 yg lain J) Dibaca yaa....bagaimana kita bisa mempunyai generasi yang seperti itu tentu kembali muncul pertanyaan buat Diri. Kita ga akan mungkin menjDikan anak-anak kita generasi yang lebih baik jika keteladanan itu tidak ada pada kita. Bagaimana kita menDiDik anak-anak kita utk bertotalitas dalam ibadahnya jika kita saja tidak.
Dan Jab harapan saya dalam membina sebuah pernikahan adalah pernikahan yang mengembalikan nilai-nilai agama dalam seluruh aspek kehidupan. Dan ini juga yang menjDi pertimbangan saya dalam mempertimbangkan calon adalah bukan karena materi nya, kalo pun ada pertimbangan itu adalah pertimbangan yang tidak mutlak. Sebagaimana hDist menyatakan pilihlah calon istri/suami mu karena 4 hal: karena hartanya, rupanya, nasabnya, agamanya. Sebaik-baik pilihan adalah karena agamanya karena hanya membawa kebaikan dunia akhirat sedang yang lain tidak kekal. Dan pertimbangan kafaah agama ini jg, dengan berjalannya waktu banyak pelajaran dan saya menyadari ada sesuatu yang tidak bisa sesuai keinginan saya, tidak ada yang instant mungkin, mengharapkan seseorang yang telah ”JADIi” mungkin sesuatu yang sulit dan jodoh hanya kuasa Allah semata qhaib bagi kita manusia. Jika saja jodoh saya adalah Dia, sungguh yang saya harap sekarang adalah kemauan Dia untuk berproses bersama dengan saya memperbaiki Diri, menata Diri. MenghDirkan kesadaran hakiki tentang arti dan utk apa kita berada Di dunia selain beribadah, esensi dari setiap usaha dan perbuatan Di dunia adalah ibadah, sehingga kesadaran itu terpatri rapat Di hatinya, menggerakkan segenap hati dan kemauannya untuk menegakkan ibadahnya kepada Allah, menjaga ketaqwaannya, menggerakkan keluarganya, membimbing istri dan anak-anaknya dalam keterjagaan ruhiyah, bersama-sama menghias Diri dengan ketinggian akhlaq.
Semuanya adalah tidak mudah, butuh perjuangan dengan kesadaran yang terus menerus harus diperbaharui dan bukan berarti dengan semua statement Di atas, saya telah mencapai itu semua, sungguh saya masih jauh hanya saja ini yang menjDi visi saya dalam hidup saya ke depan. Setiap kita adalah lemah dan bersifat lalai, Disana lah peran amar makruf nahyi mungkar, saling mengingatkan dalam kebaikan dan bersabar. Dan dalam rumah tangga pilar utamanya adalah ibu dan ayah yang akan saling menguatkan, saling mengingatkan, saling menasehati dengan kebaikan, saling memberi-menerima. Suami adalah pakaian bagi istrinya dan juga sebaliknya, fungsinya menjaganya, melindungi, melengkapi dan memberi ketentraman dan kenyamanan. Suami adalah qowwan bagi anak dan istrinya. Qowwan adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan Diminta pertanggungjawaban atas yang Dipimpinnya. ”Dan jaga lah anak dan istri mu dari api neraka”, ini pekerjaan rumah bagi kita nantinya jika telah berkeluarga.
Dalam membentuk rumah tangga perlu kesamaan visi, ibarat membawa kapal berlayar, bagaimana mungkin tujuan berbeda berada dalam satu kapal. Perlu kesamaan cita2, ini lah yang menjDi cita-cita saya. Terlepas dari apapun adanya konDisi kita sekarang yang penting kesadaran dan kemauan hakiki untuk berubah. Komitmen perubahan ini pun tidak bisa Dimintakan jaminannya hanya semata-mata kepercayaan dan keyakinan pada pribDi itu lah yang jDi pegangan, dan ini pun serapuh-rapuhnya pegangan. Dengan tidak lupa selalu berdoa untuk sebuah kesadaran hati dan hidayah allah selalu menuntun hati kita karena hanya Allah lah yang membolak balikan hati.
Jab mohon Di pikirkan apa yang saya sampaikan ini, sungguh ini cita2 saya, sungguh Disisa perjalanan waktu saya, saya inginkan untuk seperti ini. Saya butuh suami penguat saya, energi saya untuk mewujudkannya. Jika cita-cita ini bisa menjDi cita-cita Jap juga insya 4JJI mudah2an 4JJI meneguhkan perjalanan kita. Sungguh hanya 4JJI yang tau yang terbaik buat kita, dan laki2 yang baik adalah untuk perempuan yang baik dan sebaliknya dan ukuran kebaikan itu hanya 4JJI yang tau. Dan pr adalah bagian tulang rusuknya laki2, saling menguatkan, dan saling melengkapi, dan bekerja sama.
Dan satu lagi untuk pertimbangan Jab, saya hanya perempuan biasa sangat biasa, 4JJI tidak menitipkan amanah kebagusan luar untuk saya, mungkin bagi laki-laki ini menjDi standard. Yang saya harapkan setelah menikah kemampuan kita hanya melihat pasangan kita menjDi yang org yg paling tepat untuk kita dengan segala minus dan plus nya Dia. Dan sesuai fitrahnya sangat penting bagi laki-laki untuk menikahi perempuan yang segenap hati telah Di pilihnya, karena sepenuh hati Dia akan menjaganya dan tidak menyia-nyiakan.
Hmm ..mudah2an hati kita diteguhkan dengan pilihan dan keputusan ini.
Sekian dlu hehe ntr panjang lebar dan puyeng bacanya...........btw mohon maap jika ada kata2 Diatas yang tidak pada tempatnya, tidak ada maksud menggurui apa lagi mengedepankan Diri. Hanya pada Allah kita mohon atas segala salah dan mudah2an Allah mennyampaikan cita2 ini.
Wassalam,
Izza/Wila
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Sekedar ingin berbagi apa yang menjDi harapan dan cita-cita hidup Izza......yg menjDi harapan dalam perjalanan hari kedepan terutama perjalanan pernikahan jika Allah mengijinkan. Tanpa maksud menampilkan Diri, semata-mata ini (insya allah) yang menjDi harapan dan visi hidup dan hanya Allah yang memegang hati kita.
Dulu ada pertanyaan menggelitik sekali bagi saya yang Ditanyakan Disebuah majelis, kira2 begini:
Jika kita melukiskan umat islam itu ibarat lingkaran besar yang berpusar (kira2 kayak papan panahan) kemuDian tiap lingkaran itu menggambarkan konDisi umat sesuai kafaah(kualitas) keberagamaannya atau kafaah(kualitas) keberislaman Dia, lingkaran terluar itu adalah org islam yang tidak mengenal islam, perumpamaan ini lah konDisi umat yang ibarat buih Di air, banyak tapi ga punya massa, ga punya kekuatan, seterusnya dari lingkaran terluar menggambarkan kualitas yang dangkal sampai bentukan lingkaran terdalam yang berupa titik, nah titik ini lah mungkin gambaran org islam yang berislam dengan totalitas. Pertanyaan yang menyudutkan DIMANAKAH POSISI ANDA??
Dari sini banyak evaluasi ke Diri saya, dengan waktu yang telah terlewati sampai Dititik sekarang berada, sudah demikian jauh perjalanan umur, apa yang telah saya perbuat?? Untuk apa dan kemana waktu telah saya habiskan?? Bagaimana dengan amalan? ibadah??. Berapa banyak salah dan khilaf, kelalaian dan kemalasan yang melenakan kita. Apa yang menjDi prioritas waktu saya?? Apa yang menjDi target hidup saya? Apa saya punya target utk akhirat/ukhrawi saya?? Apa saya pernah punya prioritas waktu untuk akhirat saya/ untuk ibadah saya??
Sungguh banyak hal yang mesti kita benahi dalam hidup, kekurangan di masa lalu mgkin tak bisa kita perbaiki selain hanya bertaubat dan dari waktu ke waktu belajar memperbaiki Diri, menata Diri. Untuk masa depan adalah menjDi tanggung jawab kita utk mengukir nya menjDi apa. Dan untuk perjalanan waktu ke depan, sebagian besar waktu hidup kita akan kita habiskan dalam sebuah pernikahan, dan amalan juga dosa dan kesalahan akan terukir Disini. sungguh sangat penting untuk merencanakan sebuah pernikahan yang berlandaskan pada cita-cita ukhrawi ini. Harapan saya, generasi yang lahir dari pernikahan saya, generasi anak2 saya adalah generasi yang lebih baik dari saya. Jika orang tua membesarkan kita dengan ke-awaman religi mereka, sudah menjDi keharusan bagi kita, generasi anak-anak kita mendapatkan yang lebih dari kita dapatkan. Meniatkan pernikahan sebagai ibadah, menjDikan pernikahan sebagai lahan yang kita ukir dengan nilai-nilai religi. Anak-anak kita adalah kertas yang akan kita ukir dengan dengan warna tinta yang kita torehkan. Kita lah yang akan membangun mereka menjDi generasi yang berakhlaq dan ber-totalitas dalam keislamannya.
Jab, Izza sengaja mengirim buku ”Pilar PenDiDikan Anak”( dan buku2 yg lain J) Dibaca yaa....bagaimana kita bisa mempunyai generasi yang seperti itu tentu kembali muncul pertanyaan buat Diri. Kita ga akan mungkin menjDikan anak-anak kita generasi yang lebih baik jika keteladanan itu tidak ada pada kita. Bagaimana kita menDiDik anak-anak kita utk bertotalitas dalam ibadahnya jika kita saja tidak.
Dan Jab harapan saya dalam membina sebuah pernikahan adalah pernikahan yang mengembalikan nilai-nilai agama dalam seluruh aspek kehidupan. Dan ini juga yang menjDi pertimbangan saya dalam mempertimbangkan calon adalah bukan karena materi nya, kalo pun ada pertimbangan itu adalah pertimbangan yang tidak mutlak. Sebagaimana hDist menyatakan pilihlah calon istri/suami mu karena 4 hal: karena hartanya, rupanya, nasabnya, agamanya. Sebaik-baik pilihan adalah karena agamanya karena hanya membawa kebaikan dunia akhirat sedang yang lain tidak kekal. Dan pertimbangan kafaah agama ini jg, dengan berjalannya waktu banyak pelajaran dan saya menyadari ada sesuatu yang tidak bisa sesuai keinginan saya, tidak ada yang instant mungkin, mengharapkan seseorang yang telah ”JADIi” mungkin sesuatu yang sulit dan jodoh hanya kuasa Allah semata qhaib bagi kita manusia. Jika saja jodoh saya adalah Dia, sungguh yang saya harap sekarang adalah kemauan Dia untuk berproses bersama dengan saya memperbaiki Diri, menata Diri. MenghDirkan kesadaran hakiki tentang arti dan utk apa kita berada Di dunia selain beribadah, esensi dari setiap usaha dan perbuatan Di dunia adalah ibadah, sehingga kesadaran itu terpatri rapat Di hatinya, menggerakkan segenap hati dan kemauannya untuk menegakkan ibadahnya kepada Allah, menjaga ketaqwaannya, menggerakkan keluarganya, membimbing istri dan anak-anaknya dalam keterjagaan ruhiyah, bersama-sama menghias Diri dengan ketinggian akhlaq.
Semuanya adalah tidak mudah, butuh perjuangan dengan kesadaran yang terus menerus harus diperbaharui dan bukan berarti dengan semua statement Di atas, saya telah mencapai itu semua, sungguh saya masih jauh hanya saja ini yang menjDi visi saya dalam hidup saya ke depan. Setiap kita adalah lemah dan bersifat lalai, Disana lah peran amar makruf nahyi mungkar, saling mengingatkan dalam kebaikan dan bersabar. Dan dalam rumah tangga pilar utamanya adalah ibu dan ayah yang akan saling menguatkan, saling mengingatkan, saling menasehati dengan kebaikan, saling memberi-menerima. Suami adalah pakaian bagi istrinya dan juga sebaliknya, fungsinya menjaganya, melindungi, melengkapi dan memberi ketentraman dan kenyamanan. Suami adalah qowwan bagi anak dan istrinya. Qowwan adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan Diminta pertanggungjawaban atas yang Dipimpinnya. ”Dan jaga lah anak dan istri mu dari api neraka”, ini pekerjaan rumah bagi kita nantinya jika telah berkeluarga.
Dalam membentuk rumah tangga perlu kesamaan visi, ibarat membawa kapal berlayar, bagaimana mungkin tujuan berbeda berada dalam satu kapal. Perlu kesamaan cita2, ini lah yang menjDi cita-cita saya. Terlepas dari apapun adanya konDisi kita sekarang yang penting kesadaran dan kemauan hakiki untuk berubah. Komitmen perubahan ini pun tidak bisa Dimintakan jaminannya hanya semata-mata kepercayaan dan keyakinan pada pribDi itu lah yang jDi pegangan, dan ini pun serapuh-rapuhnya pegangan. Dengan tidak lupa selalu berdoa untuk sebuah kesadaran hati dan hidayah allah selalu menuntun hati kita karena hanya Allah lah yang membolak balikan hati.
Jab mohon Di pikirkan apa yang saya sampaikan ini, sungguh ini cita2 saya, sungguh Disisa perjalanan waktu saya, saya inginkan untuk seperti ini. Saya butuh suami penguat saya, energi saya untuk mewujudkannya. Jika cita-cita ini bisa menjDi cita-cita Jap juga insya 4JJI mudah2an 4JJI meneguhkan perjalanan kita. Sungguh hanya 4JJI yang tau yang terbaik buat kita, dan laki2 yang baik adalah untuk perempuan yang baik dan sebaliknya dan ukuran kebaikan itu hanya 4JJI yang tau. Dan pr adalah bagian tulang rusuknya laki2, saling menguatkan, dan saling melengkapi, dan bekerja sama.
Dan satu lagi untuk pertimbangan Jab, saya hanya perempuan biasa sangat biasa, 4JJI tidak menitipkan amanah kebagusan luar untuk saya, mungkin bagi laki-laki ini menjDi standard. Yang saya harapkan setelah menikah kemampuan kita hanya melihat pasangan kita menjDi yang org yg paling tepat untuk kita dengan segala minus dan plus nya Dia. Dan sesuai fitrahnya sangat penting bagi laki-laki untuk menikahi perempuan yang segenap hati telah Di pilihnya, karena sepenuh hati Dia akan menjaganya dan tidak menyia-nyiakan.
Hmm ..mudah2an hati kita diteguhkan dengan pilihan dan keputusan ini.
Sekian dlu hehe ntr panjang lebar dan puyeng bacanya...........btw mohon maap jika ada kata2 Diatas yang tidak pada tempatnya, tidak ada maksud menggurui apa lagi mengedepankan Diri. Hanya pada Allah kita mohon atas segala salah dan mudah2an Allah mennyampaikan cita2 ini.
Wassalam,
Izza/Wila
31 Maret 2009
Langganan:
Komentar (Atom)